Pasca-Upacara Hari Santri: Peresmian Nama Pondok, Program Adiwiyata, hingga Kirab Santri


SUTOJAYAN – Sabtu (22/10), setelah Upacara Apel Hari Santri 2022, Nama Pondok Pesantren Nurus Salam Lodoyo diresmikan secara simbolis oleh KH. Agus Muadzin, M.Pd.I. (Abah Agus). Nama tersebut, ‘Nurus Salam Lodoyo’, menggantikan nama ‘Nurul Ulum’ yang telah digunakan lembaga selama 12 tahun.

“Pada peringatan Hari Santri ini, kita launching-kan bersama-sama perubahan nama dari pondok pesantren, yang dulu bernama Pondok Pesantren Nurul Ulum Sutojayan maka pada hari ini, kita resmikan nama baru dari pondok kita (menjadi) Pondok Pesantren Nurus Salam Lodoyo. Mudah-mudahan Allah memberkahi pesantren ini, Allah memberikan rahmad-Nya kepada kita semuanya,” kata Abah Agus saat memberikan penjelasan.

Pada acara pra-upacara tersebut, Abah Agus juga mengingatkan kembali mengenai program Adiwiyata yang sedang dilakukan oleh MTs Ma’arif NU 2 Sutojayan, bahwa program tersebut selaras dengan visi pondok sehingga harus dilaksanakan dengan baik.

“Madrasah kita saat ini menjadi madrasah (pelaku program) Adiwiyata. Maknanya, kebersihan madrasah kita adalah tanggung jawab kita bersama. Tidak ada lagi sampah yang berserakan. Tidak ada lagi tanaman yang dipetik dan dirusak. Jika ada kelas yang kekurangan tanaman maka harus kita tanam bersama-sama,” jelas beliau.


Penyerahan Hadiah untuk Pemenang Lomba Kebersihan Kelas



Di sela-sela pra-upacara, Pokja Kebersihan dari program Adiwiyata MTs melakukan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba kebersihan yang dilaksanakan mulai Agustus lalu.

“Dalam peringatan hari Santri ini, kami melakukan penyerahan hadiah lomba kebersihan kelas yang sebenarnya diadakan mulai dari acara Agustusan kemarin,” ungkap Ustadz Ferdinan Bagaskoro selaku anggota Pokja Kebersihan sekaligus guru di MTs Ma’arif NU 2 Sutojayan pada Sabtu (22/10) siang.

Menurut beliau, program ini bertujuan untuk menciptakan budaya hidup bersih dan menumbuhkan kreativitas siswa dengan memanfaatkan barang-barang bekas dari lingkungan sekitar.

“Tujuan dari program ini adalah menciptakan budaya kebersihan, menumbuhkan kreativitas siswa dengan memanfaatkan sampah yang bisa didaur ulang atau 3R.”

Ustadz Ferdi berharap kelas yang menjadi pemenang lomba ini dapat mempertahankan kebersihan kelasnya dan juga bisa menjadi contoh bagi kelas lain. Beliau juga berpesan kepada seluruh santri Pondok Pesantren Nurus Salam untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan seperti tidak perlu diperintah saat melaksanakan piket, tidak perlu ditegur untuk membuang sampah pada tempatnya, dan siswa harus dapat menghilangkan kebiasaan mencoret-coret fasilitas pondok pesantren.


Kirab Santri: Bentuk Syiar ke Masyarakat Sekitar



Sebagai acara penutup, Pondok Pesantren Nurus Salam Lodoyo menyelenggarakan Kirab Santri. Kirab sendiri bermakna ‘berjalan berbaris dan serempak atau beriringan’ yang mana seluruh santri peserta Kirab berjalan beriringan mengelilingi sekitar Dusun Dadapan dan Dusun Kedungbunder.

“Peserta Kirab merupakan seluruh santri putra dan putri Pondok Pesantren Nurus Salam yang kurang lebih berjumlah 1.200 santri. Mereka semua berjalan kaki melewati rute yang telah ditentukan,” kata Ustadz Chusnul Hadi selaku Waka Kurikulum MTs Ma’arif NU 2 Sutojayan yang ditemui di ruang guru pada Sabtu (22/10) siang.

Ustadz Hadi menyampaikan bahwa Kirab Santri ini bertujuan untuk mensyiarkan atau mengenalkan para santri Nurus Salam kepada masyarakat sekitar Dusun Dadapan dan Kedungbunder dan sebaliknya.

“Selain untuk memperingati Hari Santri Nasional, Kirab ini bertujuan untuk mensyiarkan atau mengenalkan santri Nurus Salam kepada warga sekitar Dadapan dan Kedungbunder,” jelas beliau. (nusa/tim)

15 tampilan0 komentar